Senin, 02 Mei 2011

Mendiknas tekankan pendidikan karakter

JAKARTA: Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh menekankan pentingnya pendidikan karakter sebagai bagian dari upaya membangun karakter bangsa.
”Di antara karakter yang ingin kita bangun adalah karakter yang berkemampuan dan berkebiasaan memberikan yang terbaik, giving the best sebagai prestasi yang dijiwai oleh nilai-nilai kejujuran,” katanya seusai perayaan hari Pendidikan Nasional di Kemendiknas, hari ini.
Mohammad Nuh mencermati fenomena sirkus, yaitu tercerabutnya karakter asli dari masyarakat, sedangkan fenomena anomali yang sifatnya ironis paradoksal menjadi fenomena keseharian, yang dikhawatirkan pada akhirnya dapat mengalami metamorfose karakter.

”Memang kadang-kadang menjadi lucu dan mengherankan, betapa tidak mengherankan, penegak hukum yang mestinya harus menegakkan hukum ternyata harus dihukum,” jelasnya.


Dia menuturkan para pendidik yang mestinya mendidik justru harus di didik dan pejabat yang mestinya melayani masyarakat malah minta dilayani. Itu adalah sebagian dari fenomena sirkus tadi itu yang bersumber pada karakter.
Sementara itu, terkait pelaksanaan ujian nasional yang baru dilaksanakan, Mendiknas menegaskan UN antara lain dimaksudkan untuk melatih ketangguhan dan meningkatkan kemampuan dengan mengeksplorasi potensi dan sumber daya pendidikan.

”Hal ini dimaksudkan agar dunia pendidikan mampu memberikan yang terbaik bagi bangsa,” tukasnya.

Dengan melatih ketangguhan dan kemampuan, dia menambahkan generasi yang dilahirkan dunia pendidikan akan menjadi generasi yang sanggup dan siap menghadapi realitas kehidupan termasuk menghadapi implikasi dari globalisasi.

Dlam perayaan Harkitnas kali ini, Mendiknas memberikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh penyelenggara UN, para murid , para guru dan orang tua, serta meminta untuk menerima hasilnya dengan obyektif dan jujur.

”Kita terima apa adanya. Memang betul jumlah kelulusan menurun meskipun masih ada ujian ulang, memang betul ada yang harus mengulang, memang betul ada sekolah yang harus mengulang seluruhnya, tetapi yang penting intervensi kebijakan apa yang harus disiapkan untuk memperbaikinya, " tuturnya. (mfm)

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan Komentar di sini.

====================================================================================== -->